Biarputih tulang jangan putih mata membawa maksud lebih baik untuk mati dari menanggung akan malu atas sesuatu yang tidak dapat dimiliki. A
Salahsatu karya terjemahan yang kembali dihadirkan oleh penerbit Mata Bangsa di tahun 2020 ini berjudul, De Regering van Panembahan Senopati Ingalaga (Awal Kebangkitan Mataram: Masa Pemerintahan Senapati). Meskipun buku ini merupakan cetakan ke IV (2020, edisi revisi) dari cetakan I (1985), cetakan II (1987), cetakan III (2001).
NiMade Frischa Aswarini, lahir pada 17 Oktober 1991. Alumni jurusan Sejarah Universitas Udayana ini belajar menulis di Komunitas Sahaja, Denpasar. Puisinya dimuat di Tempo, Kompas, Bali Post, jurnal Le Banian, Indopos, Pikiran Rakyat, diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Perancis dan telah dibukukan, termasuk dalam antologi puisi penyair lintas bangsa Happiness, The Delight-Tree 2 (United
Artiperibahasa biar putih tulang, jangan putih mata menurut kamus besar bahasa indonesia (kbbi) adalah lebih baik mati daripada mendapat malu. Lebih baik mati daripada tidak dapat apa yang diidam. Di hatiku ingin mencapai bintang biar beribu batu, daya aku tak mampu patah pujangga biar putih tulang jangan putih mata dan kecewa biar .
Vay Tiα»n Nhanh Ggads.
lebih baik putih tulang daripada putih mata chord